Sepucuk Surat Doktor Dari Barisan Depan buat warganet sebak

Sepucuk Surat Doktor Dari Barisan Depan buat warganet sebak
March 25, 2020
Oleh Meen

PETUGAS barisan hadapan terutama doktor dan jururawat sudah tentu berdepan detik sukar dalam membantu pesakit Covid-19 di seluruh negara.

Malah ada antara mereka terpaksa  bertugas lebih 12 jam sehari demi membantu menyelamatkan mangsa yang dijangkiti wabak Covid-19 selain membuat saringan ribuan pesakit setiap hari.


Sinar Plus kongsikan satu tulisan yang bertajuk, Sepucuk Surat Doktor Dari Barisan Depan yang ditujukan kepada seluruh masyarakat yang tular di Aplikasi Whatapps kumpulan.

Malangnya Sinar Plus gagal untuk menjejak penulis asal tulisan tersebut tapi apa yang pasti isi kandungannya menggambarkan keperitan situasi yang sedang dialami oleh petugas-petugas barisan hadapan di hospital.

Isi kandungan surat tersebut adalah seperti berikut:

Iklan

“Saya adalah seorang doktor  barisan depan melawan wabak Corona.

“Sejak timbulnya wabak, kami semua tenaga perubatan menghadapinya ibarat peperangan tanpa asap senapang dan tanpa ragu kami bekerjasama ke dalam medan perang pertahanan melawan wabak.

Iklan

“Kami menganggap diri kami adalah parajurit, yang berkewajiban maju ke depan, dengan darah dan daging melawan wabak penyakit, merebut balik nyawa seseorang dari cengkaman malaikat maut.

“Namun sebenarnya kami juga hanyalah manusia dan bukan malaikat.

“Di kawasan quarantin penyakit yang paling berbahaya, pakaian pelindung yang kami pakai harus betul-betul sangat tebal dan ketat, dengan demikian baru dapat menjamin keselamatan hidup kami:

“Masker harus pakai 2 lapis, Pembungkus sepatu (shoe cover) pakai 2 lapis, sarung tangan pakai 5 lapis, di bagian luar kaca mata pelindung masih harus pasang masker pelindung.

“Setiap 5 jam sebagai 1 shift. Setelah memakai pakaian pelindung, kami tidak bisa makan, minum atau ke toilet.

“Dengan mengenakan pakaian pelindung yang rapat tidak tembus udara dan kaca mata pelindung, seluruh pasukan bekerja keras dalam perjuangan, semua orang merasakan gerakan fizikal yang amat terbatas.

“Ketika kami melepaskan pakaian pelindung, pakaian di dalam kami basah kuyub seluruhnya.

“Pada muka kami juga timbul garis-garis cengkaman  bekas kaca mata pelindung.

“Ada doktor yang sudah teramat lemah, badannya sudah hampir tenat, setelah masuk bilik istirehat dan minum seteguk air, kena kembali masuk ke kawasan quarantin untuk terus bekerja.

“Ada juga doktor yang jari tangannya terluka, setelah dibungkus rapat dengan pelindung plastik kembali ke tempat berjuang di barisan depan.

“Kami juga punya orang tua, kami juga punya anak dan keluarga.

“Kami tidak memikirkan keselamatan diri kami, tidak memikirkan apakah diri sendiri hidup atau mati, demi merebut nyawa manusia dari malaikat maut, semuanya adalah agar dapat memenangkan peperangan Corona ini. Supaya keluarga kita, dan saudara semua dapat melepaskan masker dan menikmati udara segar!

“Kawan Kawan semua, mohon kalian bekerja sama dengan negara, bekerja sama dengan kami, dengan ada kesedaran sendiri untuk terus mengasingkan diri, jangan keluar rumah dan melakukan pembatasan diri… yang tentu tidak menyenangkan, bolehkah?

“Sehingga kita dapat seiras terhadap pengorbanan para tenaga perubatan. Jangan sia-siakan air mata kami.

“Kamu pikir keluar rumah sebentar tidak masalah, dia juga pikir keluar rumah sebentar tidak masalah.

“Esok semua orang akan keluar rumah semua, maka peperangan Corona ini akan mengalami kemunduran ke belakang lagi.

“Bila satu orang, dua orang, tiga orang…. hanya memikirkan dan mementingkan kesenangan diri sendiri, maka semua perjuangan sebelumnya dalam peperangan Corona ini akan menjadi sia-sia.

“Oleh sebab itu,

“Maka mohon semuanya agar bisa bekerja sama, untuk tidak keluar rumah!

“Jagalah fikiran dan perasaan dengan baik.

“Rumah yang menurut kalian adalah tempat yang membosankan, bagi kami para tenaga perubatan dan petugas yang berjuang di barisan depan melawan wabak, adalah tempat yang kami ingin pulang pun tidak bisa pulang.

“Masa yang mencabar ini apakah dapat segera bertindak,  tidak hanya tergantung pada para tenaga perubatan melainkan juga MELIBATKAN KERJASAMA kita setiap orang.

“Asalkan kita semua tidak keluar rumah, maka kita bisa memusnahkan wabak ini!

“Mencegah dan mengendalikan wabak adalah tanggung jawab setiap orang!

“Tolong pergunakan waktu sekejap untuk viral ke semua grup anda.

“Saat ini virus sedang mengamuk, semua petugas perubatan di barisan depan berusaha mencegah dan mengendalikan wabak, dengan mendahulukan keselamatan orang banyak di atas keselamatan mereka sendiri, maju terus di tengah kesulitan dalam melawan virus.

“Terima kasih mereka telah membina pertahanan untuk kebaikan semua orang. Kenapa tidak kita lakukan sesuatu untuk menurunkan beban mereka di hospital?

“PLEASE … SEBARKAN KEPRIHATINAN ANDA DAN MINT KAWAN SEMUA JANGAN KELUAR RUMAH SESUKA HATI! Itu pengorbanan yang tidak seberapa tapi sangat bermakna untuk kami,”

Yang benar,

Doktor dari Barisan Depan

* Untuk anda yang mahu membantu petugas barisan hadapan ini membeli barang keperluan mereka bolehlah menyumbang ke akaun Maybank Sinar Karangkraf bernombor 514271254025 dan sebarang pertanyaan lanjut boleh diajukan menerusi talian 019-6680920 (pesanan ringkas WhatsApp sahaja). #sinariuntukfrontlinescovid #rakyatbanturakyat #kitalahmalaysia

Iklan

About Meen

Biodata Penulis