'Anak kami tunggu 11 tahun kembali kepada Sang Pencipta' - Ayasofya 'pergi' dalam dakapan ibu, ayah reda anggap 'pinjaman terindah'

Iklan

KEHILANGAN yang paling perit adalah apabila kebahagiaan yang baru saja dikecap, tiba-tiba dirampas dalam sekelip mata.

Bagi pasangan Hafizul Hakim dan Aliffa Rafini Abdullah, kehadiran si kecil Ayasofya bukan sekadar penyeri rumah tangga, tetapi sebuah penantian panjang selama 11 tahun yang akhirnya menjadi realiti.

Iklan
Iklan

Namun, takdir Tuhan mendahului segalanya apabila bayi perempuan yang baru berusia empat bulan itu dijemput pulang ke negeri abadi tanpa sebarang petanda awal.

Tiada demam mahupun sakit, Ayasofya yang mesra dipanggil Aya asalnya aktif seperti biasa, tiba-tiba tidak sedarkan diri pada satu petang Jumaat.

Iklan

Rumah yang dahulunya ceria kini kembali sunyi sepi, meninggalkan rindu yang terlalu berat untuk dipikul oleh pasangan ini.

Detik paling menghancurkan hati pastinya saat si ayah sendiri terpaksa menggagahkan kudrat menurunkan jenazah permata hatinya ke liang lahad.

Iklan

"Hari ini, daddy sendiri menurunkan Ayasofya ke tempat peristirahatan terakhirnya.

"Hanya Tuhan yang tahu betapa sedihnya hati mommy, Aliffa Rafini Abdullah kehilangan 'baby girl' yang begitu disayangi dan ditunggu selama ini," luah Hafizul mengheret hiba.

Mengenang malam terakhir, rupa-rupanya itulah pengakhiran Ayasofya dalam dakapan ibunya dengan penuh kasih sayang sambil dikelilingi ketiga-tiga abangnya.

Menurut Hafizul, detik-detik akhir mereka sama-sama membaca Al-Quran, berzikir, bergurau dan bermain dengan si kecil itu sehingga nafas terakhir.

"Sedihnya mommy Aliffa Rafini Abdullah kehilangan baby girl yang begitu disayangi dan ditunggu selama ini.

"Namun kami percaya, Aya hanyalah pinjaman terindah daripada ALLAH SWT. Dan hari ini, dengan penuh cinta dan reda, kami pulangkan dia kembali kepada-Nya.

"Walaupun Aya tak sedar, kami anggap seperti bermain dengan kami seperti kebiasaan. Membayangkan respon dan senyum tawanya sebelum ini," katanya lagi.

Namun, ketabahan mereka benar-benar diuji apabila melihat mesin pemantau menunjukkan keadaan si kecil yang semakin lemah.

"Setiap detik melihat denyutan jantung Aya semakin menurun dan kadar oksigennya semakin jatuh adalah saat yang sangat menghancurkan hati kami berlima," kongsi Hafizul.

Bagaimanapun, mereka tetap setia berada di sisi hingga ke nafas terakhir, memegang erat tubuh kecil itu dengan penuh kasih sayang dan doa yang tidak putus-putus sebelum dia pergi buat selamanya.

Biarpun rindu ini terlalu berat untuk digalas, pasangan ini memilih untuk bangkit dengan keredaan yang tinggi.

"Dan hari ini, dengan penuh cinta dan reda, kami pulangkan dia kembali kepada-NYA," ujarnya penuh sayu.

Hafizul juga sempat menitipkan ucapan terima kasih atas segala doa dan sokongan yang diberikan kepada mereka sekeluarga sepanjang waktu yang sangat berat ini sambil berharap agar Ayasofya ditempatkan dalam kalangan anak-anak syurga. Al-Fatihah.